Sunday, 1 November 2015

Produsen dan Fungsi Produksi


1. Produsen Dan Fungsi Produksi

Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dan orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan faktor – faktor produksi. Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.


- Faktor produksi asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :
Alam. Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.


- Faktor produksi turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian.

Fungsi Produksi

Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jeans. Dalam fungsi produksi, jeans itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan penambahan tenaga kerja. Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :


Q = f(L, R, C, T)


Dimana :
Q = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F = symbol persamaan (function)
L = tenaga kerja (labour)
R = kekayaan alam (resources)
C = modal (capital)
T = teknologi (technology)


Perilaku Produsen


Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.


Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.


Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :


· Perencanaan. Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
· Pengorganisasian. Semua sumber daya yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya, modal, maupun manusia.
· Pengarahan. Agar rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.
· Pengendalian. Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai dengan rencana atau justru sebaliknya.

2. Produksi Optimal

Produksi adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun tidak langsung ditunjukkan untuk menghasilkan barang dan jasa atau mempertinggi faedah barang guna memenuhi kebutuhan manusia. Produksijuga dimaksudkan untuk menghasilkan barang-barang konsumsi, yaitu barang-barang yang segera dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia atau konsumsi.


Untuk menjamin kegiatan produksi, diperlukan alat-alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa yang disebut factor produksi atau sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi meliputi :


· Factor produksi alam
· Factor produksi tenaga kerja manusia
· Factor produksi modal
· Factor produksi kewirausahaan


Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput yang lain.


Tingkat Produksi Optimal
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan(carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.


Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :


Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.


Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari q (epq) karena penggunaan selama pemenuhan.


Penentuan Volume Produksi yang Optimal
Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sbb :


· Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).


· Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).


Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :


· Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
· Biaya modal (opportunity cost of capital)
· Biaya keusangan
· Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
· Biaya asuransi persediaan
· Biaya pajak persediaan
· Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
· Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.

3. Least Cost Combination

Least Cost Combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. ISoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variable dengan tingkat putput tertentu. Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.


Penggunaan kombinasi factor produksi dengan menggunakan biaya yang paling murah. Syarat LCC: MRTS (marginal rate of technical substitution), bila menambah salah satu input maka mengurangi penggunaan input.


Dalam rangka untuk menentukan kombinasi terbaik dari modal dan tenaga kerja untuk menghasilkan output itu, kita harus mengetahui jumlah dana tersedia untuk produsen untuk dibelanjakan pada masukan dan juga harga masukan. Anggaplah bahwa produsen telah dipelepasannya. 10.000 untuk dua input, dan bahwa harga dari dua masukan sebagai. 1000 per unit modal dan. 200 per unit tenaga kerja. Perusahaan akan memiliki tiga kemungkinan alternatif sebelumnya.


· Untuk menghabiskan uang hanya pada modal dan aman 10 unit itu.
· Untuk menghabiskan jumlah tersebut hanya pada tenaga kerja dan mengamankan 50 unit tenaga kerja.


· Untuk menghabiskan jumlah tersebut sebagian pada modal dan sebagian pada tenaga kerja.
Garis harga faktor juga dikenal sebagai garis isocost karena mewakili berbagai kombinasi input yang dapat dibeli untuk jumlah uang yang diberikan dialokasikan. Kemiringan garis harga faktor menunjukkan rasio harga modal dan tenaga kerja yaitu. 1:5.


Dengan menggabungkan isoquant dan garis harga faktor, seseorang dapat mengetahui kombinasi optimal faktor-faktor yang akan memaksimalkan output.

4. Macam - Macam Ongkos

Ongkos adalah kurva yang menunjukkan saling berhubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Sedangkan yang dimaksud dengan ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produlsi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran.


Macam-macam ongkos diantaranya sebagai berikut :


1. Total Fixed Cost (Onkos Total Tetap)
Total Fixed Cost atau yang disebut juga ongkos total tetap adalah jumlah ongkos yang tetap dan yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Sebagai contohnya adalah sewa, penyusutan dan sebagainya.


2. Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total)
Total Variabel Cost atau bisa juga disebut ongkos variabel total adalah jumlah ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkah yang dihasilkan. Sebagai contohnya adalah tenaga kerja, ongkos bahan mentah dan sebagainya.


3. Total Cost (Ongkos Total)
Total Cost atau yang lebih dikenal sebagai Ongkos total adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos variabel.
TC = TFC + TVC


4. Average Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-rata)
Average Fixed Cost atau bisa juga disebut ongkos tetap rata-rata adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output.
AFN = TFC = Q = TINGKAT OUTPUT Q


5. Average Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-rata)
Average Fixed Cost atau yang lebih dikenal sebagai ongkos variabel rata-rata ini adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.
AVC = TVC Q


6. Average Total Cost (Ongkos Total Rata-rata)
Average Total Cost atau bisa juga disebut dengan ongkos total rata-rata adalah suatu ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.
ATC = TC Q


7. Marginal Cost (Ongkos Marginal)
Marginal Ongkos atau bisa juga disebut dengan ongkos marginal yaitu tambahan atau berkurangnya suatu ongkos total karena bertambahnya ataupun berkurangnya suatu unit output.
MC = TC = TVC Q Q


Ongkos Produksi dapat dibedakan menjadi :


1. Ongkos Produksi Jangka Pendek


Didalam suatu ongkos produksi jangka pendek sebuah perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti halnya mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu diperhatikan didalam ongkos jangka produksi pendek ini adalah bagaimana mengatasi masalah kebijakan bahan baku, tenaga kerja dan sebagainya ini adalah merupakan ongkos variabel. Jadi didalam ongkos produksi jangka pendek ini juga terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.


2. Ongkos Produksi Jangka Panjang
Didalam ongkos produksi janka panjang ini sebuah perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga tidak ada yang namanya ongkos tetap didalam ongkos produksi jangka panjang. Semua pengeluaran didalam ongkos jangka panjang ini merupakan ongkos variabel.

5. Kurva Ongkos

Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.


Gambar 1. Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang





Gambar 2. KurvaBiaya Total


Gambar 3. Kurva Ongkos Variabel Rata-Rata


Gambar 4. Long Run Average Cost Curve


Gambar 5. Kemungkinan Kapasitas Produksi

6. Penerimaan (Revenue)

Penerimaan adalah segala penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya.
Macam-macam dari penerimaan yaitu diantaranya :


1. Total Penerimaan (Total Revenue)
Total Revenue di singkat TR atau juga bisa disebut dengan total penerimaan yaitu penerimaan dari hasil penjualan.


2. Penerimaan Rata-rata (Avarage Total Revenue)
Average Total Revenue yang disingkat AR atau yang lebih dikenal sebagai penerimaan rata-rata yaitu adalah rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, dan yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.


3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue)
Marginal Revenue yang disingkat MR atau juga bisa disebut dengan penerimaan marginal adalah suatu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unti output.

7. Keuntungan Maximum

Pendekatan Total


Gambar 1. Mencari Keuntungan Maksimum dengan Pendekatan Total


Gambar 2. Kurva Mencari Keuntungan Maksimum dengan Pendekatan Total


Pendekatan Marginal


Gambar 3. Mencari Keuntungan Maksimum dengan Pendekatan Marginal


Gambar 4. Kurva Mencari Keuntungan Maksimum dengan Pendekatan Marginal
Pendekatan Rata-rata


Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000.
Dalam mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan rata-rata, yaitu menggabungkan antara pasar persaingan sempurna dengan persaingan pasar tidak sempurna.

Source:
Link
Link

Permintaan dan Penawaran


Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

1.       Pengertian Permintaan dan Penawaran

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Sedangkan pengertian Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.

2.       Hukum Permintaan dan Penawaran

Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:

“
Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.
”

Pada hukum permintaan berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

3.       Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

Permintaan

-          Selera
-          Perubahan Pendapatan
-          Perubahan Jumlah Penduduk
-          Harapan atau Ekspetasi
-          Harga Barang Lain yang Berhubungan, baik Barang Substitusi maupun Barang Komplementer

Penawaran

-          Teknologi Produksi
-          Munculnya Produsen Baru
-          Harga Sumber-Sumber Produksi
-          Harapan atau Ekspetasi Produsen


4.       Penentuan Harga Keseimbangan

Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Sehingga terjadilah transaksi antara penjual dan pembeli.

5.       Pendekatan Perilaku Konsumen

-          Pendekatan Kardinal

Disebut juga dengan pendekatan marginal itulity .Pendekatan kardinal dalam analisis konsumen didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan tertentu seperti uang , jumlah atau buah . Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi , semakin besar pula tingkat kepuasaan konsumen . Konsumen yang relasional akan berusaha memaksimumkan kepuasaanya dengan pendapatan yang lebih .Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumi.

-          Pendekatan Ordinal

Disamping pendekatan kardinal , dalam hal konsumsi kita juga mengenal pendekatan ordinal . Pendekatan Ordinal digunakan karena pendekatan kardinal memiliki beberapa kelemahan , antara lain karena pendekatan kardinal bersifat subjektif dalam penentuan nilai guna total dan nilai guna marjinal , sebagian besar ekonomi saat ini menolak pendekatan kardinal yang hanya membahas konsumsi barang-barang sederhana seperti es krim / kopi . Mereka memperkenalkan pendekatak ordinal yang lebih memberi penekanan bahwa " barang A lebih saya sukai daripada barang si B" . Pendekatan ordinal membuat peringkat atau urutan-urutan kombinasi barang yang dikonsumsi .

6.       Konsep Elastisitas

Elastisitas adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan. Dengan kata lain elastisitas adalah tingkat kepekaan (perubahan) suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi yang lain. Elastisitas terbagi dalam tiga macam, yaitu sebagai berikut.

-          Elastisitas harga (price elasticity) yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang tersebut.
-          Elastisitas silang (cross elasticity) adalah persentase perubahan jumlah barang x yang diminta, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang lain (y).

-          Elastisitas pendapatan (income elasticity) yaitu persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang diakibatkan oleh persentase perubahan pendapatan (income) riil konsumen.

Source:
Link
Link
Link

Friday, 30 October 2015

Internet Of Things

Mungkin dahulu saat masih kecil kita pernah ber mimpi mempunyai Rumah canggih yang dapat mengontrol bagaimana mengatur suhu suatu ruangan agar bisa menjadi sejuk secara otomatis atau dapat memati hidupkan lampu dan listrik dengan Gerakan tangan atau bahkan dengan Perintah Suara. Nah, Mungkin dalam waktu dekat ini, Mimpi itu bisa menjadi nyata pada Internet of Things.

Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Internet of Things dapat berupa apa saja. Sebagai contoh :

Smart Cities : Kota yang selalu terhubung dengan Jaringan Teknologi. Termasuk kepada sensor, mesin, dan Perangkat yang lain yang terhubung ke internet dan dapat berkomunikasi dengan data yang banyak dari suatu perangkat / mesin ke mesin yang lain. IoT menggunakan data Real-Time (Langsung). Data Real Time ini dapat di implementasikan untuk mengurangi kemacetan dan juga dapa di gunakan / di akses oleh masyarakat yang melewati atau berkendara di sekitar "Smart Cities" tersebut.
Sekarang beralih ke Efisiensi, Smart Cities juga dapat mempermudah masyarakat yang beraktivitas di kota tersebut. Disana akan tersedia sebuah aplikasi atau layanan masyarakat yang memungkinkan mencari tempat parkir hanya menggunakan Smartphone di tangan kalian, jadi kalian tidak perlu repot-repot mencari slot parkir yang kosong. Disana juga terdapat sensor pada setiap tempat sampah, jadi Truk pengangkut sampah dapat membersihkan dan mengangkut sampah lebih efisien dan cepat. Data dari berbagai sumber yang dianalisis bersama-sama hampir selalu lebih berharga daripada sumber yang di isolasi.

Menurut artikel Forbes, Smart Cities mewakili $1.5 triliun dolar peluang pada pasar dan juga diperkiran bernilai $122 miliar dolar pada beberapa tahun kedepan. Model yang paling umum diadopsi sejauh ini adalah untuk menarik bisnis yang mengembangkan perangkat lunak dan perangkat keras aplikasi untuk Internet of Things, dan mendorong mereka untuk menempatkan kecerdikannya yang dapat digunakan untuk membaguskan daerah sekitarnya. Jadi kesimpulannya, Smart Cities dapat membuat masa depan yang lebih menarik. So, kita tunggu saja.
Source:
Link
Link

Saturday, 27 June 2015

Manusia dan Harapan


Harapan adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada dasarnya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.

Contoh-Contoh Harapan :

-          Harapan untuk memperoleh Kelangsungan Hidup
-          Harapan untuk memperoleh Keamanan
-          Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai
-          Harapan untuk mencapai Ridho Allah
-          Harapan untuk meraih Cita-Cita

Penyebab Adanya Harapan

-          Manusia itu fitrahnya mencintai hidup dan takut akan kematian
-          Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri
-          Manusai adalah Makhluk Allah
-          Butuh Motivasi untuk Hidup

Do’a

Menurut bahasa "ad-du'aa" artinya memanggil, meminta tolong, atau memohon sesuatu. Sedangkan doa menurut pengertian syariat adalah memohon sesuatu atau memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan merendahkan diri dan tunduk kepadaNya. Doa merupakan bagian dari ibadah dan boleh dilakukan setiap waktu dan setiap tempat, karena Allah SWT selalu bersama hamba-hambaNya.

"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (QS. Al-Mu'min : 60).

Bagi orang mu'min yang ingin mendapatkan keberhasilan dalam kehidupan ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu berusaha atau kerja keras dan berdoa. Kedua cara tersebut harus ditempuh, karena di dalam kehidupan ini ada hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh pemikiran manusia. Oleh karena itu, di dalam memecahkan masalah ini kehidupan kedua cara ini harus ditempuh secara bersama-sama.

Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui ataumeyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yangberhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalahkebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukankarena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dariorang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lainitu disebabkan karenaa orang lain itu dapat dipercaya.

Teori Kebenaran

-          Kebenaran Korespondensi 
-          Kebenaran Koherensi / Konsistensi
-          Kebenaran Pragmatis

Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :

-          Kepercayaan pada Diri Sendiri
-          Kepercayaan pada Orang Lain
-          Kepercayaan pada Pemerintah
-          Kepercayaan pada Tuhan

Kepercayaan dan usaha untuk Meningkatkannya

-          Meningkatkan ketaqwaan dengan beribadah kepada Tuhan
-          Meningkatkan pengabdian pada masyarakat
-          Meningkatkan rasa cinta kita pada sesama dengan saling menolong dan menjadi orang yang dermawan
-          Mengurangi nafsu untuk mengumpulkan harta yang berlebih
-          Menekan rasa negatif, iri, dengki, benci dan dsb

 Source :


Monday, 22 June 2015

Manusia dan Kegelisahan


Kegelisahan

Kegelisahan adalah keadaan psikologis dan fisiologis dicirikan oleh komponen somatik, emosional, kognitif, dan perilaku. Kegelisahan bisa timbul ketika kita melakukan kesalahan, kesalahan yang tidak di ketahui oleh orang  lain, namun berakibat fatal hal ini akan menimbulkan kegelisahanyang sangat menyiksa batin  sehingga mempengaruhi apa yang kita kerjakan dan lambat laun akan memperlihatkan kesalahan yang kita perbuat tanpa disadari.

Macam-Macam Kecemasan yang sering dialami Manusia :

-          Realistik
-          Moral
-          Neurotik

Penyebab Kegelisahan

Pertama, hidup gelisah karena banyak dosa. Semakin banyak dosa yang dilakukan, semakin gelisah seseorang. Kalau di bilang tenang dengan dosa, itu bohong! Seakan saja wajahnya dan penampilannya tenang, tetapi hatinya terus dalam keraguan, kegelisahan dan tidak nyaman.
Banyak menuntut, kurang bersyukur atas nikmat-nikmat Allah Swt. juga membuat hidup gelisah. Ibarat telur yang ada di tangan kita lepaskan untuk mendapatkan burung yang di udara yang belum pasti. Berharap hujan dari langit, air di tempayan ditumpahkan.

Sebab gelisah berikutnya adalah terlalu cinta kepada dunia. Kalau dalam hati sudah ada bibit rakus kepada dunia, maka bersiaplah gelisah dam menderita di hari hari selanjutnya. Mengejar popularitas, uang yang banyak atau pangkat dan jabatan. Berangkat gelap, pulang gelap. Keluarga berantakan, diri sendiri tidak terurus. 

Kegelisahan batin juga adalah akibat dari makan-makanan yang haram. Baik itu haram karena zatnya anjing, babi, khmar, narkoba dan lain sebaginya. Ataukah haram karena sebabnya, misalnya makanan hasil korupsi, menipu, mencuri, judi, dan sebagainya.

Mengatasi Kegelisahan

Pertama, meningkatkan keimanan yang dapat mengantarkan seseorang lebih mencintai Allah dan keputusan-Nya daripada dunia dengan segala isinya.

Kedua, mengetahui tujuan hidup. Menyadari bahwasanya kebahagiaan dunia bukanlah tujuan hidup, ia hanya alat untuk mencapai tujuan hidup yang hakiki di akhirat nanti.

Ketiga, keikhlasan dan kesadaran menerima ketentuan yang telah ditetapkan-Nya karena Allah SWT memberikan rezeki kepada masing-masing manusia tidaklah sama.

Keempat, "Husnudz-dzhan" (berbaik sangka) kepada Allah, bahwasanya sepanjang kita telah beriman dan berusaha maksimaj dengan cara yang diridhai Allah SWT pasti Allah SWT akan menetapkan sesuatu yang terbaik bagi kita.

Keterasingan dan Kesepian

Kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia yang diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya. Individu yang tidak menginginkan teman bukan orang yang kesepian, tetapi seseorang yang menginginkan teman dan tidak memilikinyalah orang yang kesepian. Kesepian adalah pengalaman subjektif. Kesepian juga dideskripsikan sebagai kesakitan sosial - suatu mekanisme psikologis untuk memperingatkan seorang individu atas isolasi yang tidak diinginkan dan memotivasinya untuk mencari hubungan sosial.

Ketidakpastian


Ketidakpastian adalah sebutan yang digunakan dengan berbagai cara di sejumlah bidang, termasuk statistika, fisika, dll. Ketidakpastian berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran fisik yang sudah ada atau yang belum diketahui. Sesuatu yang tidak dapat diprediksi.

Source :

Saturday, 20 June 2015

Manusia dan Tanggung Jawab


Tanggung Jawab

Pengertian tanggung jawab dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.

Macam-Macam tanggung Jawab :

-          Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
-          Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
-          Tanggung Jawab Terhadap Keluarga / Orang Tua
-          Tanggung Jawab Terhadap Allah Swt.

Contoh Tanggung Jawab

Terhadap Keluarga :  Anggota keluarga saling membantu dalam keadaan susah, saling mengurus di usia tua dan dalam keadaan sakit.

Terhadap Masyarakat : Bertanggungjawab terhadap tindakan mereka, menanggung akibat dari perbuatannya dan mengukurnya pada berbagai norma.

Pengabdian dan Pengorbanan

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas.

Macam-Macam Pengabdian :

-          Mengabdi Kepada Allah Swt.
-          Mengabdi Kepada Masyarakat
-          Mengabdi Kepada Negara

Contoh :

Sebagai Umat Islam, diharuskan Melaksanakan sholat 5 waktu setiap hari.

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan kebaktian. Pengorbanan adalah pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.

Macam-Macam Pengorbanan :

-          Harta
-          Pikiran
-          Perasaan
-          Jiwa


Pengorbanan adalah Akibat dari Pengabdian. Jika Kita mengabdi kepada sesuatu, sebagai contoh mengabdi kepada Tuhan. Maka Secara otomatis kita harus berkorban. Contoh nya adalah mengorbankan Harta untuk berzakat, waktu untuk menunaikan kewajiban Sholat, Puasa, dll.

Source:
Link
Link

Tuesday, 16 June 2015

Manusia dan Pandangan Hidup


Way Of Life

Pandangan hidup berarti pendapat dan pertimbangan dari diri kita maupun orang lain yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pertimbangan itu melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya.

Macam-Macam Sumber Pandangan Hidup :

-          Pandangan Agama
-          Pandangan Ideologi Kebudayaan dan Norma
-          Pandangan Yang Berasal dari Renungan diri Sendiri

Pandangan Hidup Seorang Muslim

Setiap muslim harus berpedoman kepada Al Qur’an dan Al Hadits sebagai Way of Life (pandangan hidup) nya. Apakah setiap langkahnya sudah lurus dan benar ataukah menyimpang, maka yang dijadikan kriteria adalah Al Qur’an dan al Hadits.

Ideologi

Ideologi adalah ide atau gagasan. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.

Cita-Cita

Cita-cita adalah keinginan, harapa, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa depan.
Sebagai Contoh adalah Penulis sering berkeinginan / berharap suatu saat nanti Ingin menjadi Seorang Pembalap Mobil. Keinginan ini di dorong oleh Hobi akan Mobil. Maka Harapan itu disebut dengan cita-cita. Suatu Profesi atau Impian yang Ingin dapat kita capai.

Kebajikan

Kebajikan atau bisa disebut juga Perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika. Kebaikan akan membawa kita kepada kebahagiaan. Kita tidak dapat mengukur sebuah kebaikan, yang kita lakukan adalah melakukan kebaikan itu dengan penuh cinta kasih dan keikhlasan hanya untuk mendapat ridhoNya semata.

Usaha / Perjuangan

Usaha adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap Manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Tanpa usaha, Manusia tidak dapat hidup sempurna.

Keyakinan

Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar -- atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar.

3 Aliran Filsafat:

-          Materialisme
-          Pluralisme
-          Idealisme

Langkah – Langkah Berpandangan Hidup yang Baik


Al Qur’an dan Al Hadits sebagai sumber utama ajaran Islam. Maka di dalamnya terkandung peraturan-peraturan tentang segala aspek kehidupan yang sifat mengikat bagi setiap orang yang mengaku sebagai seorang muslim untuk melaksanakannya sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an.

Source :